Sambut HPSN, Pemkab Galang Rencana Aksi Menuju Lingkungan Sehat
Polewali, Warta Kominfo SP Polman- Menyambut peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Kabupaten Polewali Mandar. Pemkab Polewali Mandar melalui, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sukirman Saleh, SH, MM, M. Kadis DLHK Polman. Jumadil Tappawali, ST, MAP bersama TNI Polri terdiri dari, Kasdim 1402, Wakapolres, Camat, Lurah, Sejumlah Kepala Sekolah daerah pesisir, Penggiat Lingkungan, serta Unit Kerja terkait, melakukan pertemuan persiapan, pelaksanaan peringatan HPSN Tahun 2024 Kabupaten Polewali Mandar, kegiatan ini bertajuk “Mari Beraksi Menuju Lingkungan Sehat” Kegiatan ini terlaksana di Aula Sipamandaq Balitbangren, Jumat siang, 16 Februari 2024. Hari ini tanggal 21 Februari, setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang mengingatkan semua pihak bahwa persoalan sampah harus menjadi perhatian utama.
Berbagai kegiatan dalam rangka peringatan HPSN dengan caranya masing-masing. Salah satuanay yang selama ini gencar dilaksanakan DLHK serta OPD maupun Lembaga vertikal di Kabupaten Polewali Mandar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan Kabupaten Polewali Mandar Jumadil Tappawali, ST, MAP menyampaikan, Upaya penanganan dan pengelolaan sampah harus melibatkan seluruh komponen masyarakat yang meliputi Pemerintah baik Pusat dan Daerah, akademisi, aktivis, komunitas, dunia usaha, asosiasi profesional dan bahkan individu.
“Kita melaksanakan rapat persiapan dalam rangka rencana aksi pelaksanaan Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2024 yang akan jatuh pada hari, Rabu 21 Februari 2024. Pemkab melaksanakan agenda untuk menyemarakkan, hari peduli sampah nasional berupa, penyisiran sampah yang bernilai ekonomi plastik, kaleng dan lainnya mulai pesisir pantai Desa Paku Kecamatan Binuang sampai dengan Tandung Kecamatan Tinambung rencana dilaksanakan dua hari, maka seluruh elemen masyarakat dan stakeholder terkait harapkan terlibat langsung melakukan pemilahan dan melihat sampah yang dapat jadi rupiah, saat ditimbang. Kami prediksi 1 ton sampah plastik, Ketika dikonversi rupiah bernilai satu juta rupiah,” Bebernya
Upaya penanganan dan pengelolaan sampah harus melibatkan seluruh komponen masyarakat yang meliputi Pemerintah baik Pusat dan Daerah, akademisi, aktivis, komunitas, dunia usaha, asosiasi profesional dan bahkan individu.

Jika sampah yang menumpuk merupakan salah satu penyebab terjadi banjir dan penyebab permasalahan bau menyengat dan lingkungan tidak sehat menimbulkan penyakit. Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang bijak mengolah sampah hingga lahirnya berbagai inovasi penanggulangan sampah terus digencarkan Pemkab Polman. Kesadaran dan tanggung jawab masyarakat, sangat diperlukan. Dengan perlu selalu mengingat dampak buruk sampah yang mengancam kehidupan kita, disertai dengan perilaku bijak yang dapat mengurangi peningkatan jumlah sampah.
Tim Warta Kominfo SP Polewali Mandar