Hari Kedua Visitasi Desa Wisata Lapeo: 50 Besar Anugerah Desa Wisata Kemenparekraf RI

04 Oct 2024
Super Admin
Berita
Hari Kedua Visitasi Desa Wisata Lapeo: 50 Besar Anugerah Desa Wisata Kemenparekraf RI

Warta Kominfo SP Polman - Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispop) hadir dalam kegiatan visitasi dan penilaian lapangan oleh tim juri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) di Desa Wisata Lapeo, Kecamatan Campalagian. Acara ini merupakan bagian dari penilaian 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia, Jumat 4 Oktober 2024.

 

Kegiatan yang berlangsung di Pantai Baqbatoa, Desa Lapeo, ini ditandai dengan penyerahan piagam dan penandatanganan prasasti bertandatangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno, sebagai simbol pengakuan terhadap Desa Lapeo sebagai destinasi wisata potensial. Festival Lapeo Bahari pun resmi dibuka dengan semangat untuk mengembangkan potensi wisata bahari dan kebudayaan lokal.

 

Selama visitasi, tim Kemenparekraf RI turut menyaksikan berbagai atraksi budaya dan ekonomi kreatif, seperti kerajinan tenun sutera khas Mandar, serta pembuatan kuliner tradisional seperti jepa, putu, pupu ikan, dan abon ikan tuna. Tak hanya itu, permainan tradisional engrang atau “magasing” dalam bahasa Mandar juga dipertontonkan, menambah kesan unik wisata budaya.

 

Pj Bupati Polewali Mandar, Drs. Muhammad Ilham Borahima, menyampaikan apresiasinya atas inovasi yang ditunjukkan oleh Desa Lapeo. Beliau berharap infrastruktur desa, seperti rumah sewa dan fasilitas umum lainnya, dapat terus dikembangkan guna menarik lebih banyak wisatawan.

 

 "Insya Allah, kita berharap Desa Lapeo dapat menembus 10 besar Anugerah Desa Wisata Nasional dan berkembang sebagai destinasi wisata yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ilham.

 

Desa Lapeo juga dikenal dengan destinasi wisata religiusnya, seperti Masjid Nurut Taubah yang dibangun oleh KH. Muhammad Tahir Imam Lapeo. Masjid ini menyimpan peninggalan bersejarah berupa beduk dan Al-Qur'an kuno, menjadikannya sebagai tujuan utama wisata religi di daerah ini.

 

Dengan dorongan kuat dari pemerintah daerah dan inovasi desa, Lapeo diharapkan mampu menjadi destinasi wisata unggulan yang tidak hanya dikenal secara nasional, tetapi juga berdaya saing internasional.

 

Tim Warta Kominfo SP Polewali Mandar

Bagikan Informasi Ini: