Dinkes Polman Gelar Diseminasi dan Publikasi Pengukuran Data Stunting Tahun 2024
Warta Kominfo SP Polewali Mandar- Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar melaksanakan Pertemuan Diseminasi dan Publikasi Pengukuran Data Stunting, bertempat di Hotel Lilianto, Rabu (18/12/2024).
Hadir dalam kesempatan tersebut, Pj. Sekretaris Daerah
Kabupaten Polewali Mandar, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Polewali
Mandar, perwakilan Perangkat Daerah terkait, Camat, Kepala Desa, jajaran Dinas
Kesehatan, serta undangan lainnya.
Kegiatan ini merupakan Aksi 7 dari 8 Aksi Konvergensi
Stunting yang menekankan pada pengukuran dan publikasi stunting sebagai upaya
untuk memperoleh data prevelensi stunting terkini pada skala layanan Puskesmas.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Polewali Mandar
Dr. Agusnia Hasan Sulur, S.P., M.Si menyampaikan hal berikut.
“Hari ini merupakan pertemuan yang sangat penting karena ini
masih program prioritas. Data kita walaupun ada progres, tetapi sepertinya kita
masih sangat jauh untuk hasil 2024. Mudah-mudahan ada kabar yang baik, secara
nasional target 2024 12%, kita masih diangka 28%, sehingga untuk mencapai itu
kita harus mengencangkan ikat pinggang dan mengubah strategi kita. Masalah
stunting ini dibutuhkan gerakan yang masif dari semua stakeholder,“ katanya.
Sementara itu, Ketua DPD Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi)
Sulawesi Barat Agustina Uta Tabang Kalua menyebut bahwa kolaborasi dan
sinergitas perlu ditingkatkan demi percepatan penurunan angka stunting di
Kabupaten Polewali Mandar.
“Jadi kalau kita lihat data sebenarnya yang ada di Polman,
kalau data riset atau SSGI itu memang dari 2022-2023, itu memang ada penurunan
sekitar 11,2%, tapi kalau kita lihat dari data rutin dari Januari sampai November
dari kinerja kita yang betul-betul bisa kita lihat, itu memang cukup. Kenapa
bisa seperti itu, mungkin memang perlu kita tingkatkan kinerja dan kolaborasi.
Kalau saya melihat dari gizi dulu, sebenarnya lima pintu untuk menuju stunting
itu bisa kita selesaikan dengan mudah, mulai dari kawal Ibu hamil, Ibunya,
berikan ASI eksklusif, beri dia MPASI, beri PMT kalau dia bermasalah gizi dan
imunisasi. Selama ini kita hanya fokus kepada anak stuntingnya, padahal kita
tau sama-sama bahwa gula itu tidak dapat diobati, kita harus fokus mencegah,
yang mana harus kita cegah, yang tadi ini, programnya ada, tetapi inilah yang
perlu kita maksimalkan, bagiamana tetap berkolaborasi,“ jelasnya.
Tim Warta Kominfo SP Polewali Mandar