Gerakan Literasi Edukasi Masyarakat (GELE’MA)

30 Dec 2024
Super Admin
Berita
Gerakan Literasi Edukasi Masyarakat (GELE’MA)

Dalam upaya meningkatkan literasi lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Polewali Mandar melalui Bidang Pengembangan Perpustakaan, melaksanakan Sosialisasi Gerakan Literasi Edukasi Masyarakat (GELE’MA) dengan tema "Pengolahan Limbah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Kompos dengan Sistem Bag Composter". Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu rumah tangga yang bergabung di PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) Kabupaten dan Kecamatan sebagai peserta utama, dengan tujuan memberikan pengetahuan praktis mengenai pengelolaan limbah rumah tangga yang ramah lingkungan dan dapat mendukung ketahanan pangan keluarga, Sabtu (28/12/2024).

 

Kegiatan yang diadakan di Gedung Layanan Perpustakaan Polewali Mandar ini diikuti oleh ibu-ibu dari berbagai desa dan kecamatan yang terdaftar dalam organisasi PKK. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama perempuan, tentang pentingnya pengolahan sampah rumah tangga dan manfaatnya bagi lingkungan, ekonomi keluarga, dan pertanian.

 

Dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Andi Mahadiana Djabbar, S.IP, M.Si, mengajarkan langsung kepada ibu-ibu rumah tangga cara mengolah limbah organik rumah tangga (seperti sisa sayuran, daun, dan sampah organik lainnya) menjadi pupuk kompos dengan menggunakan Sistem Bag Composter. Sistem ini sederhana, efektif, dan cocok diterapkan di lingkungan rumah tangga. Peserta juga diberi pelatihan langsung tentang cara membuat kompos menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan di rumah.

 

Selain memberikan pengetahuan tentang pengelolaan sampah, acara ini juga menekankan peran penting perpustakaan sebagai pusat literasi yang tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga sebagai tempat pembelajaran bagi masyarakat. Perpustakaan dapat menjadi sumber informasi tentang keberagaman topik, termasuk pengelolaan sampah, pertanian, dan pemberdayaan keluarga.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan ibu-ibu rumah tangga dapat menjadi agen perubahan dalam pengelolaan sampah rumah tangga, tidak hanya di rumah, tetapi juga di lingkungan sekitar. Selain itu, dapat tercipta kesadaran kolektif dalam pengelolaan sampah yang lebih baik dan mendukung terwujudnya lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Perpustakaan juga diharapkan dapat memainkan peran yang lebih aktif dalam mendukung gerakan literasi lingkungan, menyediakan ruang untuk pelatihan dan edukasi, serta memperkenalkan berbagai solusi praktis untuk masalah lingkungan di tingkat keluarga dan masyarakat.

 

“Dengan keterampilan sederhana seperti pengomposan, mereka tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian keluarga melalui pemanfaatan sampah menjadi pupuk yang bermanfaat," tutup Andi Mahadiana.

Bagikan Informasi Ini: