Gerakan Literasi Edukasi Masyarakat (GELE’MA)
Dalam upaya meningkatkan literasi lingkungan
sekaligus pemberdayaan masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten
Polewali Mandar melalui Bidang Pengembangan Perpustakaan, melaksanakan
Sosialisasi Gerakan Literasi Edukasi Masyarakat
(GELE’MA) dengan tema "Pengolahan Limbah Rumah Tangga Menjadi
Pupuk Kompos dengan Sistem Bag Composter". Kegiatan ini
melibatkan ibu-ibu rumah tangga yang bergabung di PKK (Pemberdayaan
Kesejahteraan Keluarga) Kabupaten dan Kecamatan sebagai peserta
utama, dengan tujuan memberikan pengetahuan praktis mengenai pengelolaan limbah
rumah tangga yang ramah lingkungan dan dapat mendukung ketahanan pangan
keluarga, Sabtu (28/12/2024).
Kegiatan yang diadakan di Gedung Layanan
Perpustakaan Polewali Mandar ini diikuti oleh ibu-ibu dari berbagai desa dan
kecamatan yang terdaftar dalam organisasi PKK. Kegiatan ini diharapkan dapat
meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama perempuan, tentang pentingnya
pengolahan sampah rumah tangga dan manfaatnya bagi lingkungan, ekonomi
keluarga, dan pertanian.
Dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Andi Mahadiana Djabbar, S.IP, M.Si, mengajarkan
langsung kepada ibu-ibu rumah tangga cara mengolah limbah organik rumah tangga
(seperti sisa sayuran, daun, dan sampah organik lainnya) menjadi pupuk kompos
dengan menggunakan Sistem Bag Composter. Sistem ini sederhana,
efektif, dan cocok diterapkan di lingkungan rumah tangga. Peserta juga diberi
pelatihan langsung tentang cara membuat kompos menggunakan bahan-bahan yang
mudah didapatkan di rumah.
Selain memberikan pengetahuan tentang
pengelolaan sampah, acara ini juga menekankan peran penting perpustakaan
sebagai pusat literasi yang tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga
sebagai tempat pembelajaran bagi masyarakat. Perpustakaan dapat menjadi sumber
informasi tentang keberagaman topik, termasuk pengelolaan sampah, pertanian,
dan pemberdayaan keluarga.
Melalui kegiatan ini, diharapkan ibu-ibu rumah
tangga dapat menjadi agen perubahan dalam pengelolaan sampah rumah tangga,
tidak hanya di rumah, tetapi juga di lingkungan sekitar. Selain itu, dapat
tercipta kesadaran kolektif dalam pengelolaan sampah yang lebih baik dan
mendukung terwujudnya lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Perpustakaan juga
diharapkan dapat memainkan peran yang lebih aktif dalam mendukung gerakan
literasi lingkungan, menyediakan ruang untuk pelatihan dan edukasi, serta
memperkenalkan berbagai solusi praktis untuk masalah lingkungan di tingkat
keluarga dan masyarakat.
“Dengan keterampilan sederhana seperti
pengomposan, mereka tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi
juga bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian keluarga melalui
pemanfaatan sampah menjadi pupuk yang bermanfaat," tutup Andi Mahadiana.