Kunker di Polman, Pj Gubernur Sulbar Bersama Pemkab Jalan Sehat dan Pantau Pasar
Warta Kominfo SP Polewali Mandar - Pj Gubernur Sulawesi Barat
Dr. Bahtiar Baharuddin, M.Si melaksanakan kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten
Polewali Mandar, Rabu (8/1/2025). Dalam kunjungan kerja ini, Pj Gubernur didampingi
Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Polewali Mandar I Nengah Tri Sumadana, AP., M.Si
dan Pimpinan Perangkat Daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, melakukan jalan
sehat sekaligus pemantauan pasar di Polewali Mandar.
Kunjungan silaturahmi ini sekaligus memantau perkembangan
harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Polewali Mandar.
Saat ini perkembangan harga sejumlah komoditi cukup stabil
dan pasokan terbilang aman.
Dr. Bahtiar berharap tim pengendalian inflasi daerah Pemprov
dan Kabupaten serta unsur vertikal lainnya, terus berkoordinasi dan memastikan
pasokan aman.
"Ini rutin kita laksanakan sebagai langkah kita
melakukan pengendalian inflasi di daerah," ucap Dr. Bahtiar.
Ia berharap tim pengendalian inflasi daerah Pemprov dan
Kabupaten serta unsur vertikal lainnya, terus berkoordinasi dan memastikan
pasokan aman.
“Ini rutin kita laksanakan sebagai langkah kita melakukan
pengendalian inflasi di daerah,” ucap Dr. Bahtiar.
Diketahui Angka inflasi di Sulawesi Barat pada bulan
Desember 2024 menunjukkan capaian yang positif. Inflasi Sulawesi Barat tercatat
sebesar 1,49 yoy, dan 0,66% mtm, dan inflasi tahun kalender 1,49%.
Inflasi Sulbar 1,49 yoy Sulawesi Barat lebih baik
dibandingkan dengan angka inflasi nasional yang tercatat sebesar 1,57%
yoy. Hal ini menunjukkan keberhasilan
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli
masyarakat.
Melihat perkembangan Indeks Harga Konsumen di dua kabupaten,
yakni Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene, pada bulan Desember 2024, di
Mamuju tercatat inflasi 2,47 % yoy, dan 0,59 mtm. Sedangkan di Majene 0,87%
yoy, dan 0,70% mtm.
Keberhasilan ini juga berdampak positif bagi petani, di mana
Nilai Tukar Petani (NTP) Sulawesi Barat pada Desember 2024 mencapai 158,28%,
meningkat dibandingkan bulan November 2024 yang tercatat sebesar 151,77%.
Capaian NTP yang tinggi ini mencerminkan kesejahteraan
petani yang semakin meningkat, di mana harga yang diterima petani lebih besar
dibandingkan dengan biaya produksi yang dikeluarkan. Dengan demikian,
stabilitas harga yang terjaga tidak hanya menguntungkan konsumen, tetapi juga
memberikan manfaat signifikan bagi sektor pertanian di Sulawesi Barat.
"Keberhasilan pengendalian inflasi ini adalah hasil
sinergi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pelaku usaha, dan
masyarakat, dalam menjaga ketersediaan serta keterjangkauan harga bahan
pangan" tandasnya.
Tim Warta Kominfo SP Polewali Mandar