Pemkab Polman Matangkan Strategi Reformasi Birokrasi Tahun 2025
Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar terus mengakselerasi
langkah menuju tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan berdaya
saing. Hal ini ditegaskan dalam Rapat Peningkatan Kualitas Reformasi Birokrasi
yang digelar pada Rabu, 24 Juni 2025, di Aula Balitbangren Kab. Polewali
Mandar.
Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Polewali Mandar,
Hj. Andi Nursami Masdar, turut dihadiri oleh Penjabat Sekretaris Daerah, H.
Ahmad Saifuddin, SH, MM, Plt. Asisten Administrasi Umum I Nengah Tri Sumadana,
AP, M.Si., pimpinan OPD, dan kepala satuan kerja terkait.
Dalam arahannya, Wakil Bupati menekankan pentingnya
perbaikan yang efektif dan berkelanjutan. Ia mendorong seluruh perangkat daerah
untuk:
·
Mereviu dan mengidentifikasi rekomendasi
Kementerian PAN-RB atas pelaksanaan RB tahun 2024,
·
Memetakan permasalahan serta kendala
penyelenggaraan RB,
·
Menyusun roadmap dan rencana aksi reformasi
birokrasi 2025 yang terukur, sistematis, dan berdampak meningkatkan kolaborasi
serta sinergi lintas perangkat daerah,
·
Memaksimalkan peran Inspektorat dalam evaluasi dan
pendampingan pelaksanaan RB.
“Harapan kita tahun 2025 bisa meraih peringkat A. Saya rasa
kita mampu jika bekerja dengan baik. Reformasi birokrasi adalah strategi utama
yang menyentuh seluruh aspek penyelenggaraan pemerintahan,” ujar.
Diketahui, capaian reformasi birokrasi tahun 2024 berada di
angka 72,33 (peringkat BB), meningkat dari 67,34 (peringkat B) pada tahun 2023.
Plt. Asisten Administrasi Umum, I Nengah Tri Sumadana, turut
memaparkan indikator evaluasi RB yang kini selaras dengan penyusunan RPJMD
Kabupaten Polewali Mandar 2025–2030.
“Visi tata kelola pemerintahan yang bersih kini berada di
misi pertama RPJMD. Komitmen ini ditunjukkan dengan penempatan indeks reformasi
birokrasi sebagai indikator utama peningkatan integritas dan kualitas layanan
publik,” jelasnya.
Rapat ini juga menyoroti adanya pergeseran indikator
reformasi birokrasi nasional. Keberhasilan RB ke depan tidak hanya diukur dari
aspek administratif, tapi juga dari dampaknya terhadap pengurangan kemiskinan,
penurunan stunting, peningkatan investasi, digitalisasi layanan, pengendalian
inflasi, serta penggunaan produk dalam negeri.
Tim Warta Kominfo SP Polewali Mandar