Inovasi IoT Mahasiswa KKN-PPM UGM Arung Campalagian untuk Monitoring Suhu Sarang Penyu di Pantai Ba’batoa

18 Aug 2025
Super Admin
Berita
Inovasi IoT Mahasiswa KKN-PPM UGM Arung Campalagian untuk Monitoring Suhu Sarang Penyu di Pantai Ba’batoa

 

Di ujung barat Sulawesi Barat, tepatnya di Pantai Ba’batoa, Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian, berdiri sebuah organisasi nirlaba bernama Laut Biru. NGO ini berfokus pada pelestarian ekosistem laut, mulai dari konservasi penyu, konservasi terumbu karang, pemilahan sampah laut, hingga penanaman mangrove.

Dalam upaya melestarikan penyu, Laut Biru mencatat tingkat keberhasilan penetasan telur mencapai 90 persen—angka yang patut dibanggakan. Namun, di balik keberhasilan tersebut, muncul persoalan baru: sebagian besar tukik yang menetas adalah betina. Fenomena ini terjadi karena suhu pasir di sarang penyu cenderung hangat, berkisar antara 28–30°C, yang lebih banyak menghasilkan tukik betina. Sebaliknya, tukik jantan terbentuk pada suhu lebih rendah, yakni 26–28°C.

Sayangnya, Laut Biru belum memiliki perangkat untuk memantau suhu pasir sarang secara akurat dan berkelanjutan. Menjawab tantangan tersebut, 3 Mahasiswa dari tim KKN PPM UGM Arung Campalagian; Rizal Kurniawan Saputra (Teknik Elektro), Salma Nur Jihan (Teknologi Rekayasa Internet) dan Wahyudi Maulana (Teknik Fisika), berinisiatif membuat prototipe alat pemantau suhu berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu menampilkan data secara real- time. Alat yang dikembangkan menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat kendali, serta dua sensor utama: DHT22 untuk mengukur suhu udara sekitar sarang, dan DS18B20 yang ditanam di dalam pasir untuk memantau suhu sarang secara langsung. Data suhu kemudian dapat dipantau secara daring, sehingga pihak Laut Biru bisa mengambil langkah antisipasi, misalnya mengatur naungan atau kelembapan, guna menyeimbangkan rasio kelamin tukik.

Dengan inovasi ini, diharapkan konservasi penyu di Pantai Ba’batoa tidak hanya mempertahankan tingkat penetasan yang tinggi, tetapi juga menjaga keseimbangan populasi jantan dan betina demi keberlanjutan spesies di masa depan.

Penulis : Rizal Kurniawan Saputra, Salma Nur Jihan, Wahyudi Maulana

Bagikan Informasi Ini: