Press Conference & Soft Launching Mandar Culture Festival 2026: Menjaga Warisan, Merajut Masa Depan
Semangat melestarikan budaya Mandar menggema dalam kegiatan Press Conference dan Soft Launching Mandar Culture Festival (MCF) 2026 yang digelar pada Senin, 23 Februari 2026 di Gedung Gadis Polewali. Kegiatan ini diprakarsai oleh Yayasan Badara selaku penyelenggara, berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Polewali Mandar, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi UMKM Kabupaten Polewali Mandar, media, serta berbagai unit kerja terkait.
Mengusung tema “Menjaga Warisan, Merajut Masa Depan”, festival ini menjadi ajakan terbuka untuk merawat, melestarikan, dan mencintai budaya Mandar. MCF 2026 dijadwalkan berlangsung pada 26-30 Mei 2026 di kawasan Sport Center Polewali, menghadirkan kolaborasi lintas profesi dan komunitas.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Polewali Mandar A. A Rajab, SH menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan festival ini. Menurutnya, MCF merupakan momentum penting bagi kemajuan kebudayaan Polewali Mandar.
“Ini sangat bagus untuk kemajuan. Festival ini menjadi kehormatan bagi kita semua karena berkelanjutan dalam mengangkat budaya lokal Mandar seperti Passayang-Sayang, Sayyang Pattuduq, dan ragam tradisi lainnya,” ujarnya.
Festival ini akan menampilkan pagelaran seni selama empat hari empat malam dengan variasi budaya, memadukan unsur tradisional dan modern. Selain itu, kuliner khas Mandar seperti Bau Peapi dan Jepa turut menjadi bagian promosi budaya. Bahkan, kuliner tradisional Jepa telah diusulkan ke UNESCO, bersama 54 makanan tradisional lainnya yang tengah diproses hak patennya di Kemenkumham sebagai bagian dari pemajuan nilai budaya Mandar.
Founder Yayasan Badara sekaligus Project Director MCF 2026, Nurfadilah, S.IP, M.I.Kom menyampaikan bahwa sebelum pelaksanaan utama, akan digelar pra-event pada 18-25 Mei 2026.
“Kami tidak sekadar mempromosikan budaya Mandar, tetapi mengajak masyarakat, seniman, budayawan, dan sejarawan untuk memperkenalkan Mandar secara global. Konsep festival ini 80 persen budaya Mandar dan selebihnya sentuhan kontemporer,” jelasnya.
Mandar Culture Festival 2026 dirancang sebagai momentum strategis memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan UMKM daerah. Festival ini akan menghadirkan seni tari, musik, teater, tradisi maritim, pasar kuliner khas Mandar, hingga pemilihan Putra Putri Sutera Mandar.
Sebanyak 300 UMKM ditargetkan terlibat dalam festival ini, dengan harapan memberikan dampak sosial, budaya, lingkungan, dan terutama peningkatan ekonomi masyarakat.
Melalui MCF 2026, Polewali Mandar menegaskan komitmennya bahwa budaya bukan sekadar warisan, tetapi fondasi masa depan yang harus dijaga bersama.
Tim Warta Kominfo SP Polewali Mandar