Turun Sawah dan Syukuran Panen Wonomulyo, Komitmen Tingkatkan Produktivitas dan Sejahterakan Petani
Rapat turun sawah dan syukuran panen tingkat Kecamatan Wonomulyo berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan yang mengusung tema “Tingkatkan Produktivitas dan Sejahterakan Petani”. Kegiatan ini dihadiri langsung Bupati dan Wakil Bupati Polewali Mandar, jajaran kepala OPD terkait, DPRD, TNI-Polri, serta para petani se-Kecamatan Wonomulyo, Senin, 30 Maret 2026.
Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar menunjukkan komitmen kuat dalam memajukan sektor pertanian, dengan fokus pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani. Tahun 2026, produktivitas hasil panen padi ditargetkan terus meningkat melalui optimalisasi lahan sawah serta penguatan sistem tanam yang terencana dan serentak.
Rapat turun sawah ini menjadi momentum penting dalam memastikan kesiapan petani menghadapi musim tanam gadu. Selain itu, forum ini juga menjadi ruang musyawarah untuk menyusun jadwal tanam bersama demi menghindari siklus hama dan penyakit tanaman padi.
Koordinator Penyuluh BPP Wonomulyo, Idrus Hasni, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menyusun jadwal tanam yang terstruktur. Ia menekankan pentingnya tanam serentak sebagai salah satu kunci keberhasilan pertanian.
“Melalui musyawarah ini kita menyusun jadwal tanam ke depan. Tanam serentak sangat penting karena salah satu faktor kegagalan adalah tidak adanya keserempakan. Disepakati air dibuka pada 4 April 2026 dan ditutup 5 September 2026. Pengolahan dimulai 6 April, hambur benih 18 hingga 30 April, dan penutupan masa tanam pada bulan Mei,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sugihwaras, Warsito, menyampaikan bahwa pelaksanaan rapat turun sawah tingkat kecamatan yang dipusatkan di Desa Sugihwaras berjalan dengan baik melalui partisipasi masyarakat dan dukungan P3A se-Kecamatan Wonomulyo.
“Dengan kesepakatan bersama dan pelaksanaan tanam serentak, hasil panen petani cukup memuaskan. Dalam satu hektar, produksi padi bisa mencapai 7 hingga 9 ton,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga semakin semarak dengan penampilan seni budaya Reog Ponorogo khas masyarakat Wonomulyo, yang menjadi simbol kekayaan budaya serta mempererat kebersamaan antar warga.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah dan petani semakin kuat dalam mewujudkan sektor pertanian yang maju, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Polewali Mandar.
Tim Warta Kominfo SP Polewali Mandar