Pemerintah Kecamatan Limboro terima 173 Mahasiswa KKN IAIN Parepare
Limboro, Sebanyak 173 Mahasiswa
dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare akan melaksanakan Kuliah Kerja
Nyata (KKN) di semua desa/kelurahan dalam wilayah Kecamatan Limboro. Penerimaan
Mahasiswa KKN IAIN Parepare Angkatan 35 Tahun 2024 tersebut, dilaksanakan di aula
Kantor Camat Limboro (Rabu, 10-07-2024) sekitar pukul 12.30 wita. Abdul Hafid, Staf pada Kasi Pemerintahan
Kecamatan Limboro menyatakan bahwa para masiswa ini akan melaksanakan KKN di 10
desa, 1 kelurahan dengang jumlah mahasiswa dalam setiap desa/posko sebanyak 15 sampai
17 orang.Kegiatan KKN yang dilaksanakan
oleh Mahasiswa IAIN Parepare ini akan merupakan angkatan pertama yang
melaksakanakan KKN dalam wilayah Kecamatan Limboro. IAIN Parepare yang
merupakan salah satu kampus terbesar di Kota Parepare yang beberapa tahun sebelumnya
dikenal dengan Nama STAIN Parepare. Kampus
ini telah menelurkan ratusan alumni yang tersebut di berbagai wilayah termasuk
beberapa orang alumninya yang merupakan penduduk dalam wilayah Kecamatan
Limboro. Dalam acara penerimaan mahasiswa
KKN tersebut sambutan Camat Limboro diwakili oleh Abd. Hafid, S.IP yang
merupakan salah satu staf pada Kasi Tata Pemerintahan. Diawal sambutannya dia
menyampaikan permohanan maaf dari Bapak Camat Limboro yang tidak bisa hadir
dalam acara tersebut karena sedang dalam kondisi yang kurang fit, sementara Ibu
Sekcam dan dan beberapa Kepala Seksi sedang mengikuti kegiatan lain di
Polewali. “Sekedar informasi bahwa dari 10 desa 1 kelurahan dalam wilayah
Kecamatan Limboro yang akan menjadi lokasi KKN adik-adik sekalian tidak sama
semua medannya, ada yang sulit, ada yang agak tidak sulit, dan tidak ada sulit
sekali, nanti tiba di lokasi baru dipastikan bahwa beginilah keadaannya Limboro.
Hanya terdapat satu desa yang butuh waktu perjalanan 2 jam untuk sampai ke sana
yaitu Desa Pendulangan akan tetapi di Desa Pendulangan itu ada air terjunnya. Lebih
kita ber-KKN di Desa daripada di Kota karena di desa kita lebih dihargai
apalagi di Desa Samasundu itu ada sumur jodohnya” paparnya dengan nada sedikit
berkelakar yang langsung disambut dengan tepuk tangan riuh dari para mahasiswa.Lebih lanjut dia menyinggung
bahwa selama dalam proses KKN yang dilaksanakan di desa akan sangat berbeda denga
apa yang didapatkan di kampus karena interaksi di kampus hanya terjalin antar
mahasiswa maupun interaksi antara mahasiswa dengan dosen. Sementara interaksi
mahasiswa ketika ber-KKN itu lebih komplek karena interaksinya juga terjalin
dengan orangtua, anak muda maupun anak-anak. Olehnya itu dia mengingatkan
mahasiswa untuk pandai-pandai membawa diri di masyarakat. Acara penerimaan Mahasiswa tersebut
turut dihadiri oleh beberapa Kepala Desa yang hadir untuk menjemput para
mahasiswa tersebut seperti Kepala Desa Lembang-Lembang, Kepala Desa Napo,
Kepala Desa Palece, Ibu Kepala Desa Salarri, Kepala Desa Samasundu, dan
perwakilan dari pemerintah desa/kelurahan lainnya.Sementara itu Muhammad Alwi perwakilan
dari pihak Kampus yang mendampingi kedatangan para mahasiswa tersebut dalam
sambutannya menyatakan permohonan maaf karena agak terlambat tiba di Kantor
Camat Limboro. “Pada intinya adik-adik kami ini, kami berharap bahwa mereka
datang di tempat ini melakukan aktivitas program kegiatan yang bisa menunjang
program-program pemerintah. Oleh karena itu, adik-adik sekalian Bapak/Ibu Kepala
Desa dan Pemerintah Kecamatan adalah orang tua adik-adik sekalian di lokasi KKN,
oleh karena itu jangan segan-segan untuk meminta nasihat selama anda
beraktivitas di desa. Selanjutnya kami sampaikan Bapak/Ibu jika selama sejak kehadiran
kami sampai berlangsungnya KKN ada salah, maka mohon dimaafkan. Dan pada
intinya adik-adik kami ini selain belajar, juga malakukan aktivitas program
mereka, ada harapan dari Pemerintah Daerah bahwa dapat program pendataan
stunting, Insha Allah adik-adik kami ini akan membantu pelaksanaan program
tersebut. Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya karena kami sudah diterima
di Kecamatan Limboro” paparnya.
Setelah prosesi penerimaan mahasiswa
tersebut selesai dilaksanakan, para mahasiswa selanjutnya menuju ke desa lokasi
KKN masing-masing dimana pihak pemerintah desa/kelurahan telah menyiapkan
kendaraan untuk mengangkut para mahasiswa tersebut.