Bimbingan Teknis DPRD Polewali Mandar dengan tema Optimalisasi Fungsi dan Wewenang DPRD Polewali Mandar dalam membangun Daerah.
Pusat informasi terbaru seputar kegiatan dan layanan di lingkungan pemerintah.
Sebagai Upaya Mendorong Kualitas SPBE di lingkungan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten di Sulawesi Barat, Maka pada hari jumat 10 Maret 2023. dilaksanakan rapat koordinasi yang di gagas oleh Dinas Kominfopers Sulawesi Barat dimana Kabupaten Polman sebagai tuan rumah dengan nara sumber dari Tenaga Ahli CFDS UGM sekaligus merupakan Evaluator Nasional SPBE, Nanang Rsiwanto serta Kadis KominfoSP Polewali Mandar, I Nengah Tri Sumadana
Rabu, 08 maret 2023. Kepala Dinas Perindustrian,Perdagangan,Koperasi dan UKM menghandiri undangan rapat dalam rangka persiapan kerja sama antara pemerintah kabupaten polewali mandar dan pemerintah lahad datu, sabah malaysia
Kamis, 9 Maret 2023, Disperindagkop Ukm Polewali Mandar Mengikuti Kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di empat Kecamatan, yaitu Kecamatan Polewali, Anreapi, Matakali dan Binuang, Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2024.
Rabu, 8 Maret 2023, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2023, Disperindagkop Ukm Polewali Mandar Mengikuti Kegiatan Musrenbang, di empat Kecamatan, yaitu Kecamatan Limboro, Campalagian, Tinambung, dan Balanipa.
Dalam rangka persiapan penilaian Innovative Government Award (IGA) Tahun 2023, Balitbangren merampungkan sistem evaluasi inovasi daerah. Sistem ini di uji coba di tahun yang sama guna meningkatkan jumlah inovasi daerah dari tahun sebelumnya. Jumat, (10/03/2023) Program ini merupakan inisiasi dari tim riset dan inovasi mengingat adanya penurunan index inovasi di tahun sebelumnya, dari 43,26 menjadi 41,64.Kepala Badan Penelitian Pengembangan dan Perencanaan Andi Himawan Jasin menuturkan jika sistem ini awalnya diinisiasi oleh salah satu pegawai negeri sipil yang bertanggungjawab dalam mengelola riset dan inovasi daerah.“ Sistem ini merupakan inisiasi dari staf kami guna menyiapkan sistem evaluasi untuk inovasi-inovasi di daerah” Tutur Pria yang akrab di sapa Himawan tersebut.Lebih lanjut, Himawan menuturkan jika uji coba sistem ini dipercepat dari konsep awal sebagai reaksi dari penurunan nilai index di tahu sebelumnya sehingga belum memiliki nama yang resmi. “ Karena uji coba sistem ini dipercepat, kami belum sempat memberi nama yang baku. Namun, dari hasil perbincangan dengan inisiator tampaknya nama dari sistem ini ada SIPD POLMAN (Sistem Inovasi Pemerintah Daerah Polewali Mandar) yang terinspirasi dari SIPD-RI (Sistem Informasi Pemerintah Daerah).
Pengumuman Hasil seleksi Kompetensi Perjanjian Kerja (PPPK) Guru Pemerintah Kab.POLMAN Tahun 2022PENGUMUMAN Klik >>>disini<<<
Jadwal Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Calon PPPK Tenaga Tekhnis Instansi Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar Dapat Di Unduh Disini
Limboro – Pemerintah Kecamatan Limboro bekerjasama dengan Balitbanreng Kabupaten Polewali Mandar menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Limboro tahun 2023 untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah RKPD) Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2024 Rabu, 8 Meret 2023. Dihari yang sama pelaksanaan musrenbang kecamatan juga berlangsung di Kecamatan Campalagian, Tinambung dan Balanipa. Musrembang di Kecamatan Limboro dilaksanakan di aula Kantor Camat Limboro dimulai sekitar 09.00 wita. Selain dihadiri oleh Tim Musrembang Kabupaten, hadir pula dalam acara tersebut Kadis DP2KBP3A, Kadis Perhubungan dan perwakilan OPD lainnya, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Polewali Mandar (Muhammad Nawir) yang mewakili Bupati Polewali Mandar, Jasman, perwakilan Anggota DPRD Kabupaten Polewali Mandar dari Dapil II, Kapolsek Tinambung, Danramil Tinambung, Kepala UPTD Puskesmas Limboro, Kepala BPP Kecamatan Limboro, Kepala KUA Kecamatan Limboro Limboro, Koordinator PLKB Kecamatan Limboro, para Kepala Desa/Lurah, tim delegasi dari masing-masing desa/kelurahan, Perwakilan dari beberapa sekolah, serta unsur penting lainnya. Acara tersebut dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang berlangsung khidmat, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Camat Limboro. Dalam sambutannya Arman Syam selaku camat Limboro menyampaikan beberapa poin penting yang bersifat urgen dan perlu mendapat perhatian serta dapat dipertimbangkan dalam penyusunan perencanaan untuk tahun 2024.“Dalam pelaksanaan musrenbang tahun ini sedianya akan dihadiri oleh sekitar 120 orang peserta dimana sebentar masing-masing kepala desa dan lurah akan memaparkan usulan prioritasnya masing-masing, paparnya. Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa untuk bidang infrastruktur, beberapa bulan terakhir ketika terjadi hujan lebat yang berlangsung dua sampai tiga jam, di Desa Palece dan Kelurahan Limboro, dan Desa Lembang-Lembang akan terjadi banjir yang diakibatkan oleh luapan anak sungai (lembang) Samasundu yang debit airnya akan meluber kemana-mana. Selain itu jembatan yang ada di Kelurahan Limboro juga terancam putus apabila terus terjadi pengikisan tanah yang diakibatkan oleh luapan sungai Mandar dan luapan anak sungai samasundu. Dibidang Pendidikan terdapat dua sekolah yang proses belajar mengajarnya kadang terganggu yang diakibatkan oleh kendala pembebasan lahan di sekolah tersebut. Dua sekolah tersebut yakni SDN No. 008 Camba-Camba dan SDN 031 Banu-Banua. Di bidang kesehatan, angka stunting di Kecamatan Limboro masih cukup tinggi yakni peringkat 5 pada skala kabupaten dimana Desa Lembang-Lembang, Desa Samasundu dan Kelurahan Limboro masih tinggi angka stuntingnya. Diakhir sambutannya Camat Limboro menyatakan bahwa aula kantor camat Limboro yang biasanya dijadikan tempat pertemuan atau rapat masih sempit dan tidak bisa menampung peserta dalam jumlah yang banyak seperti perserta musrembang hari ini yang jumlah pesertanya kalau sesuai undangan sekitar 120 orang akan tetapi daya tamping ruangan hanya sekitar 75 orang. Hal-hal tersebut bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk perencanaan pembangunan di tahun 2024. Sementara itu dalam sambutannya Jasman, anggota DPRD Kabupaten Polewali Mandar menyatakan beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian dalam musrenbang ini seperti hal-hal yang akan dirumuskan dalam bidang infrastruktur mempertibangkan pembukaan akses desa-desa yang jauh dimana mereka harus berputar untuk bisa menjangkau Kantor Camat Limboro. Desa-desa tersebut Desa Pendulangan dan Desa Todang-Todang. Lebih lanjut dia dia mengharapkan supaya pengaspalan jalan Napo – Todang-Todang tidak lagi terkena pengurangan. Demikian juga dengan pengikisan tanah yang diakibatkan oleh luapan sungai Mandar yang mengancam pemukiman warga, tempat ibadah, dan juga jembatan yang mengancam terputusnya akses jalan Poros Alu.Sementara itu Muhammad Nawir, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Polewali Mandar, membacakan Sambutan Bupati Polewali Mandar sekaligus membuka pelaksanaan musrenbang Kecamatan Limboro. Dalam sambutannya dia menyatakan bahwa mudah-mudahan masalah pendidikan dan kesehatan seperti yang dipaparkan pak camat sebelumnya tidak perlu kita menunggu di tahun 2024, tapi mudah-mudahan bisa kita akomodir tahun ini. Diakhir sambutannya dia mengajak peserta untuk mengikuti musrenbang dengan serius. Setelah acara pembukaan, acara dilanjutkan dengan acara inti musyawarah/diskusi berupa pemaparan usulan prioritas masing-masing desa/kelurahan yang terdiri atas empat sektor yakni sektor infrastruktur, ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Beberapa usulan prioritas dari desa/kelurahan seperti pengadaan/rehabilitasi jalan, peningkatan kualitas rumah tidak layak huni, normalisasi drainase/selokan, rehabilitasi pustu, dan rehabilitasi jembatan untuk bidang infrastruktur. Untuk bidang ekonomi, usulan prioritas seperti pengadaan ternak sapi dan kambing, pelatihan UMKM, pelatihan tenun sutra, pengadaan bibit kepala, pelatihan kelompok tani, pengadaan bibit tanaman holtikultra dan non holtikultura. Untuk bidang pendidikan seperti rehabilitasi gedung PAUD, rehabilitasi/pembangunan pagar sekolah, pembangunan TPA, rehabilitasi ruang kelas sekolah, pelatihan pemuda pelopor. Sementara untuk bidang kesehatan usulan priorotas desa/kelurahan seperti rehablitasi gedung puskesmas, rehabillitasi pustu, penngolahan sampah, pembangunan MCK untuk fasilitas umum, dan pengadaan mobil ambulance. Setelah pemaparan usulan masing-masing desa/kelurahan, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi/tanggapan. Dalam kesempatan tersebut Kepala Puskesmas Limboro, Hj. Kartini menyatakan kondisi Puskesmas Limboro yang selalu kebanjiran apabila terjadi hujan lebat. Hal tersebut perlu mendapat perhatian serius, dalam hal ini setidaknya gedung Puskesmas Limboro yang berada dibagian depan bisa ditinggikan setidaknya tinggi lantainya bisa lebih tinggi dari ruas jalan raya paparnya.