Dialog Kinerja Disperindagkop & UKM Kamis 10 Juli 2025
Dialog Kinerja Disperindagkop & UK, bertempat di ruang Sekretariat Disperindagkop & Ukm. Kamis, 10 Juli 2025.
Pusat informasi terbaru seputar kegiatan dan layanan di lingkungan pemerintah.
Dialog Kinerja Disperindagkop & UK, bertempat di ruang Sekretariat Disperindagkop & Ukm. Kamis, 10 Juli 2025.
Makassar, 16 Juli 2025 – Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) LAN hari ini secara resmi melepas 80 peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan XVI dan XVII Tahun 2025. Acara pelepasan berlangsung di Auditorium Hasanuddin Kampus Pusjar SKMP LAN, Jalan Raya Baruga, Makassar, pada pukul 09.00 WITA.Ketua Squad, Andi Wahyuddin, SE., M.Si., secara resmi melaporkan penutupan penyelenggaraan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan XVI dan XVII Tahun 2025. Peserta yang berasal dari berbagai daerah di Kawasan Timur Indonesia diantaranya Pemerintah Kota Makassar, Provinsi Papua Barat Daya, Kab. Sorong, Kab. Tanah Tidung, telah menuntaskan program PKA yang diselenggarakan dengan model blended learning selama 105 hari atau setara dengan 908 Jam Pelajaran (JP). Pelatihan ini dilaksanakan mulai 7 Maret hingga 16 Juli 2025, mencakup enam tahapan utama: pembelajaran mandiri, e-learning, pembangunan komitmen bersama, pembelajaran klasikal tahap I dan II, serta aktualisasi kepemimpinan kinerja di instansi asal peserta. Setiap tahap dirancang secara terpadu untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan melalui perpaduan antara teori, praktik lapangan, dan implementasi proyek perubahan yang nyata.Selama fase pembelajaran klasikal, peserta mengikuti program secara tinggal penuh (in-campus) dan difasilitasi dengan layanan penunjang, termasuk dukungan kesehatan jasmani. Adapun pada fase pembelajaran di luar kampus, materi pelatihan diperkuat melalui pembelajaran daring guna mendukung pelaksanaan aksi perubahan di lingkungan kerja masing-masing.Pelatihan ini merupakan hasil sinergi antara Pusjar SKMP LAN dan instansi asal peserta, yang diselenggarakan dengan mengacu pada standar mutu pelatihan yang ditetapkan oleh Lembaga Administrasi Negara. Dr. Ronald Heifetz dan Marty Linsky dalam buku The Practice of Adaptive Leadership menegaskan bahwa kepemimpinan bukan lagi soal posisi formal, melainkan kemampuan menggerakkan orang menghadapi tantangan tanpa solusi pasti. Mengutip gagasan ini, Kepala Pusjar SKMP LAN, Dr. Muhammad Aswad, M.Si., menekankan bahwa pemimpin birokrasi masa kini harus berani memimpin dalam ketidakpastian, membentuk visi perubahan, dan membangun energi kolektif di tengah resistensi.Dalam era yang terus berubah dengan cepat, kepemimpinan tidak lagi cukup hanya mengandalkan kompetensi teknis. Pemimpin perubahan dituntut memiliki kapasitas adaptif—kemampuan untuk mengarungi berbagai kondisi, menjawab tantangan kompleks, serta menavigasi dinamika transformasi di instansinya. Mereka harus mampu membaca arah perubahan, mengelola ketidakpastian, dan membangun energi kolektif di tengah resistensi dan ambiguitas.Pandangan ini sejalan dengan penegasan yang disampaikan oleh Dr. Muhammad Aswad, M.Si., Kepala Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) LAN, dalam sambutannya saat menutup secara resmi Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan XVI–XVII. Dalam pidatonya, ia menyoroti pentingnya kesiapan para pemimpin untuk menghadapi dua tantangan besar yang diyakini akan semakin dominan di masa mendatang:· Distraction, yaitu gangguan fokus yang muncul dari arus informasi digital yang masif, perubahan pola kerja, serta tekanan sosial dan ekonomi yang tidak menentu.· Artificial Intelligence (AI), munculnya teknologi kecerdasan buatan yang secara langsung mengubah lanskap ruang kerja birokrasi dan menuntut penyesuaian mendalam dalam sistem dan budaya kerja.Dalam kesempatan tersebut, Dr. Muhammad Aswad mengumumkan peserta terbaik dari masing-masing angkatan PKA Tahun 2025. Dari Angkatan XVI, terbaik pertama diraih oleh Muhammad Yunus, SP., MP., dengan inovasi “SAPA PETANI” yang memetakan sarana dan prasarana pertanian guna mendukung ketepatan intervensi kebijakan. Terbaik kedua adalah drg. Fajar Sidiq dengan inovasi “BARACUDA”, sistem digital untuk mempercepat layanan donor darah. Posisi ketiga diraih Irwan, S.E., M.M., lewat “SIGAP”, sistem pengamanan aset berbasis teknologi untuk meningkatkan akuntabilitas pelayanan publik.Sementara itu, dari Angkatan XVII, Ronald Yunus Noya, S.SI., dinobatkan sebagai terbaik pertama berkat “D’TRANS 360”, sistem digitalisasi terpadu transmigrasi berbasis data spasial. Terbaik kedua diraih Imam Darmawan Makkawaru, S.STP., M.M., dengan “GOVERMENT”, sistem geospasial untuk pengelolaan aset tanah di Palopo. Terbaik ketiga adalah Nanin Sudiar, AP., melalui program “SAPA Mulia” yang memperkuat layanan perlindungan sosial bagi perempuan dan anak dengan pendekatan kolaboratif. Diwawancarai secara terpisah oleh Humas Pusjar SKMP LAN, Muhammad Yunus—peserta terbaik dari Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) XVI—mengungkap latar belakang inovasi “SAPA PETANI” yang ia kembangkan. Inovasi ini lahir dari keprihatinannya atas lemahnya sistem data spasial sektor pertanian di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, yang menyebabkan ketidaktepatan perencanaan dan penyaluran bantuan. Sebagai respon, Yunus membangun sistem pemetaan digital berbasis spasial yang akurat, mudah diakses, dan aplikatif untuk mendukung perencanaan pembangunan pertanian yang lebih efektif dan berbasis data.Dalam proses pengembangannya selama pelatihan, SAPA PETANI dirancang secara bertahap melalui analisis kinerja dan evaluasi SAKIP, serta diuji coba di Kecamatan Wonomulyo dengan dukungan penuh dari Dinas Pertanian dan Pangan. Ke depan, Yunus berkomitmen untuk memperluas dampak inovasi ini dengan mendorong integrasi ke dalam SKP pegawai, penerbitan surat edaran kepala dinas, pengusulan anggaran pemetaan untuk 15 kecamatan lainnya, dan pengembangan dashboard publik. Dengan dukungan kelembagaan dan komitmen berkelanjutan, SAPA PETANI diyakini akan menjadi instrumen perubahan nyata bagi kesejahteraan petani dan tata kelola pertanian daerah.Gagasan perubahan yang ditunjukkan Muhammad Yunus merupakan cerminan dari semangat kepemimpinan adaptif yang ditekankan selama pelatihan. Juga dalam sambutannya, Kepala Pusjar SKMP LAN, Dr. Muhammad Aswad, M.Si., menegaskan pentingnya visi dan misi perubahan yang dimiliki oleh setiap pemimpin.“Pemimpin harus mampu memastikan bahwa setiap kendala dan dinamika dalam organisasi adalah bagian dari situasi yang memang diharapkan untuk ditaklukkan. Di sinilah visi dan misi perubahan yang dimiliki pemimpin menjadi sangat krusial,” tegas Dr. Aswad.Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia menargetkan sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia pada tahun 2045. Visi besar ini hanya dapat dicapai bila didukung oleh penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjadi penggerak utama dalam birokrasi pemerintahan.“Pengembangan kualitas SDM, terutama ASN Indonesia, adalah suatu keharusan yang tak bisa ditunda. Kita semua bertanggung jawab untuk mendukung arah perubahan ini menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.Di akhir sambutannya, Dr. Aswad menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta PKA yang telah menyelesaikan pelatihan. Namun, ia juga mengingatkan agar para peserta tidak cepat berpuas diri. “Selamat untuk seluruh peserta. Jangan terlalu puas atas hasil saat ini, karena masih banyak kesempatan berikutnya yang menanti. Jadikan momentum ini sebagai starting point untuk menghasilkan inovasi perubahan terbaik di masa depan.”Tak lupa, ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para kolega dan instansi pengirim yang telah menjadi stakeholder penting dalam penyelenggaraan PKA oleh Pusjar SKMP LAN. Ia berharap dukungan tersebut akan terus berlanjut sebagai bagian dari kolaborasi lintas institusi yang strategis untuk menciptakan birokrasi yang tangguh dan adaptif.Dengan ditutupnya pelatihan ini secara resmi, setiap peserta diharapkan siap menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif di lingkungan kerja masing-masing. Kegiatan ini menandakan babak baru bagi para pemimpin administrator untuk menerapkan ilmu, keterampilan, dan jaringan yang telah dibangun demi efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas yang lebih baik di birokrasi pemerintahan. Adekamwa – Humas Pusjar SKMP LAN
Warta Kominfo SP Polewali Mandar – Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar menggelar Sosialisasi Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Pangan Tahun 2025 di Ruang Pola Kantor Bupati Polewali Mandar, Rabu, 16 Juli 2025. Program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dalam upaya menjaga stabilitas pangan dan daya beli masyarakat.Kegiatan ini dihadiri oleh Penjabat Sekretaris Daerah Polewali Mandar, H. Ahmad Saifuddin, SH, MM, sejumlah kepala OPD, camat se-Kabupaten Polewali Mandar, unsur Kejaksaan Negeri Polewali, TNI, Perpadi, serta unit kerja terkait lainnya.Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, dalam arahannya menekankan pentingnya percepatan penyaluran bantuan pangan di tengah meningkatnya harga beras di pasaran. Ia berharap keberadaan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) bisa segera dirasakan masyarakat.“Beras SPHP juga dapat diturunkan ke masyarakat supaya dapat bersemaan, sehingga bisa menekan kenaikan harga beras di pasaran. Apalagi saat ini harga beras medium cukup mahal,” ungkapnya.Sementara itu, Faris Sudirman, Pimpinan Cabang Bulog Kabupaten Polewali Mandar, menyampaikan bahwa bantuan pangan, termasuk beras SPHP, telah dijadwalkan untuk disalurkan secara serentak pada bulan Juli 2025.“Bantuan pangan ini akan disalurkan untuk dua alokasi sekaligus, tiap alokasi mendapat 10 kg. Total yang disalurkan mencapai 884 ton beras kemasan 10 kg, dengan peruntukan bagi 44.474 penerima manfaat. Kami menyiapkan jadwal penyaluran selama lima hari agar penyaluran di daerah sasaran dapat dimaksimalkan,” jelasnya.Sebagai tindak lanjut, pemerintah juga akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Tinambung guna menstabilkan harga dan memastikan keterjangkauan pangan di tengah masyarakat.Sosialisasi ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi pelaksanaan penyaluran bantuan pangan yang lebih tepat sasaran, efisien, dan berdampak langsung pada ketahanan pangan masyarakat Polewali Mandar di tahun 2025. Tim Warta Kominfo SP Polewali Mandar
Warta Kominfo SP Polman – 700 lebih Guru Pendidikan Agama Islam hadir dalam Silaturahmi dan Ngobrol Pendidikan Islam Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (Ngopi AGPAII), dengan tema Membangun Sinergi Kebijakan Pendidikan Agama Islam pada Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, Kementerian Agama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam Meningkatkan Disiplin dan Etos Kerja untuk Penguatan Pendidikan Karakter. Berlangsung di Gedung Gabungan Dinas, Selasa, 16 Juli 2025.Kegiatan yang disambut baik Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar ini bukan hanya menunjukkan semangat kolaborasi antar pendidik, tetapi juga menyuarakan pentingnya ruang dialog dan refleksi dalam memanjukan Pendidikan Agama Islam, khususnya di Bumi Tipalayo Polewali Mandar.Bupati Polewali Mandar H Samsul Mahmud menuturkan bahwa Guru PAI bukan sekadar pengajar, tapi juga pembentuk karakter, penjaga nilai, dan teladan akhlak. maka dari itu, pemerintah daerah akan terus mendorong hadirnya program dan dukungan yang bisa memperkuat eksistensi dan kapasitas guru-guru, termasuk para guru agama.“Pemerintah Daerah tentu harus memberikan support dan dukungannya. Kegiatan hari ini tentu merupakan komitmen atas kehadiran kita, apalagi kita tahu Guru PAI ini memiliki peran yang sangat penting terutama dalam pembentukan karakter anak-anak kita, baik dari sisi akhlak, prilaku, saya kira itu yang perlu kita tekankan pada kesempatan ini.” Jelas Bupati PolmanBupati Polewali Mandar juga berharap kegiatan ngopi ini bukan hanya sebagai ajang ngobrol biasa, tapi jadi momen yang penuh makna, tempat berbagi ide, merumuskan solusi, dan mempererat ukhuwah. Ia mengajak seluruh Guru PAI menjaga semangat, agar pendidikan agama tidak hanya hidup di ruang kelas, tapi juga mengakar kuat dalam kehidupan sehari-hari generasi masa depan Polewali Mandar.Pada kesempatan yang sama, Abdul Kadir Ketua GPAI Kabupaten Polewali Mandar menjelaskan tujuan kegiatan ngopi agpaii ini bukan hanya untuk silaturahmi, namun juga adanya dialog antara Guru Agama dengan Pemerintah. “Tujuan kegiatan ini adalah ingin memfasilitasi Guru Pendidikan Agama Islam tentang hal kebijakan dan dialog tanya jawab apa kekurangan pada Guru Agama disampaikan kepada narasumber, seperti tentang pengawas.” JelasnyaHadir pula dalam kegiatan ini Kepala Bidang Pakis Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Barat, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Polewali Mandar, Kepala Seksi PAIS Kementerian Agama Polewali Mandar, Ketua PGRI Polewali Mandar, Ketua Dewan Pendidikan Polewali Mandar, Pengawas PAI Kementerian Agama Polewali Mandar, Ketua Badan Akreditasi Nasional PDN Sulawesi Barat, Ketua DPW AGPAII Provinsi Sulawesi Barat, GPAI Se-Kabupaten Polewali Mandar, Ketua KKG PAI/MGMP PAI Polewali Mandar. Tim Warta Kominfo SP Polewali Mandar
Warta Kominfo SP Polewali Mandar – Sosialisasi dan edukasi pengelolaan sampah TPST Desa Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, terlaksana pada Selasa, 15 Juli 2025. Bertempat di salah satu rumah warga, dilaksanakan sosialisasi dan edukasi pengelolaan sampah terpadu (TPST) dengan fokus pada pemilahan, pengomposan, dan pemusnahan residu. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, bersama Kepala DLHK, Camat Binuang, pemerintah desa, tokoh masyarakat, mahasiswa, dan warga setempat.Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman tentang pentingnya mengelola sampah dari rumah tangga hingga ke TPST. Sampah organik seperti sisa makanan dan daun kering diolah menjadi kompos menggunakan metode komposting dan maggot. Sementara itu, sampah anorganik seperti plastik, logam, dan kaca diarahkan untuk didaur ulang. Untuk sampah residu yang tak bisa diolah, disiapkan pemusnahan menggunakan incinerator modern.Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, menyampaikan rasa syukur atas antusiasme masyarakat yang menyambut baik program ini.“Sudah hampir empat tahun kami membangun komunikasi dengan masyarakat Desa Paku. Alhamdulillah, hari ini mereka menerima dengan terbuka. Mudah-mudahan Agustus nanti, proses incinerator dari PT Dodika bisa berjalan lancar. Edukasi persuasif seperti ini sangat penting,” ujarnya.Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Kabupaten Polewali Mandar, Mohammad Jumadil.,ST.,M.AP menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah mengajak masyarakat memanfaatkan kembali TPST sebagai solusi lingkungan sekaligus peluang ekonomi.“Kami ingin masyarakat tahu bahwa sampah bisa menjadi sumber nilai. Dengan pengelolaan yang baik, kita bisa menghasilkan kompos untuk pertanian, membuka peluang usaha baru, dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia,” jelasnya.Menariknya, abu sisa dari incinerator nantinya akan dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan batako dan paving block, menambah nilai guna dari limbah yang sebelumnya dianggap tidak berguna.M. Rasyid, Kepala Dusun setempat, juga menyambut baik kegiatan ini dan berharap pengelolaan sampah bisa berjalan lancar.“Kehadiran bupati memberi kami harapan besar. Semoga pengelolaan sampah ini benar-benar berjalan baik, seperti yang kami harapkan bersama,” ucapnya.Dengan adanya edukasi ini, masyarakat selangkah lebih maju menuju kesadaran lingkungan, di mana sampah tidak lagi menjadi masalah, melainkan sumber daya yang bernilai. Tim Warta Kominfo SP Polewali Mandar
Pada hari Kamis, 12 Juni 2025, RSUD Hajjah Andi Depu melaksanakan penerimaan resmi CPNS dan PPPK formasi tahun 2024 di Ruang Pertemuan Lantai 2. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Direktur RSUD Hajjah Andi Depu, dr. Anita, beserta jajaran manajemen, Komite Mutu dan Komite PPI.Sebanyak 4 CPNS dan 9 PPPK tenaga kesehatan resmi bergabung sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) baru di lingkungan RSUD Hajjah Andi Depu. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu para ASN memahami tugas, fungsi, dan tanggung jawab mereka sebagai pelayan publik.
Pada tanggal 7 Juni 2025, RSUD Hajjah Andi Depu melaksanakan penyembelihan hewan qurban dalam rangka perayaan Idul Adha 1446 H di halaman Masjid rumah sakit. Sebanyak 4 ekor sapi dan 1 ekor kambing disembelih dari para Shohibul Qurban lalu dibagikan kepada civitas hospitalia yang membutuhkan serta warga sekitar. Alhamdulillah, pelaksanaan qurban yang menjadi kegiatan rutin tahunan ini berjalan dengan lancar. Mari kita tunaikan ibadah qurban untuk meningkatkan ketaqwaan dan berbagi kebahagiaan dengan sesama.Taqabbalallahu minna wa minkum.Semoga Allah SWT menerima qurban kita semua.
Segenap Jajaran Manajemen dan Civitas Hospitalia Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1446 H.
Sehubungan dengan Libur Nasional dan Cuti Bersama Hari Raya Idul Adha 1446 H, kami informasikan bahwa:• Pelayanan Poliklinik tutup • Pelayanan IGD & Rawat Inap tetap buka.Silahkan cek jadwal detailnya pada poster diatas. Terimakasih atas pengertiannya. Selamat merayakan Idul Adha bersama keluarga tercinta.