Indeks berita

Pusat informasi terbaru seputar kegiatan dan layanan di lingkungan pemerintah.

News
Berita
08 Oct 2024
Oleh Hernita Allo Layuk, ST

Apel pagi pegawai tunjukan kedisiplinan. Selasa, 08 Oktober 2024

Apel pagi yang dipimpin oleh Kabid Perdagangan Fatriasmal,SE, adalah kegiatan rutinitas yang di laksanakan oleh Dinas Perindagkop dan UKM, sebagai wujud peningkatan kedisiplinan dan semangat kerja pegawai dalam melaksanakan tugas. Selasa, 08 Oktober 2024.

News
Berita
08 Oct 2024
Oleh Ryan Hidayat

PELAKSANAAN RDP DALAM MENINDAKLANJUTI ASPIRASI GABUNGAN LSM TERAKIT PIP YANG DIDUGA SALAH SASARAN

DPRD Kabupaten Polewali Mandar menggelar Rapat Dengar Pendapat dalam rangka menindaklanjuti surat permohonan RDP dari Gabungan LSM terkait Program Indonesia Pintar (PIP) yang diduga salah sasaran dan penyalahgunaan wewenang. (Jumat, 4 Oktober 2024) 

News
Berita
07 Oct 2024
Oleh Hernita Allo Layuk, ST

Rapat Pembahasan Lanjutan Perpanjangan Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) Ruko Pasar Sentral Pekkabata. Senin 07 Okt 2024

Kabid Perdagangan Fatriasmal,SE, menghadiri rapat Pembahasan Lanjutan Perpanjangan Sertifikat Hak Guna Bangunan (HKB) ruko pasar sentral Pekkabata Polewali Mandar. Senin, 07 Oktober 2024,

News
Berita
05 Oct 2024
Oleh Super Admin

Selamat Desa Lapeo 50 Besar ADWI 2024

DR. Aco Musaddad HM.Kadis Kominfo SP & Plt. Kadis Pemuda Olahraga dan Pariwisata Polewali Mandar. "Desa Wisata Lapeo memiliki dua obyek wisata unggulan yaitu;  Wisata Bahari (Baqba Toa Beach) dan Wisata Religi (Mesjid dan Makam KH.Muh.Thahir Imam Lapeo). Desa ini juga memiliki Ekowisata konservasi mangrove, penyu, pengolahan sampah. Desa Wisata Lapeo yang berjulukan Desa Paindo memiliki berbagai atraksi liburan yang di kemas dalam paket wisata seperti camping, snorkeling, sport tourism dll. Selain itu pengelola obyek wisata Desa Lapeo  sering menampilkan atraksi seni dan budaya, kuliner khas Mandar yang dikemas dalam bentuk festival. Tentunya ini merupakan peluang untuk memajukan desa melalui sektor pariwisata yang akan membuka peluang kerja baru dan memberikan efek peningkatan ekonomi pada masyarakat"  Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian Polewali Mandar sontak menjadi viral tatkala diumumkan masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 dari ribuan desa wisata yang mendaftar ADWI. Menurut keterangan Kepala Desa Lapeo Noor Irwandi  Yusuf SH, "Desa Lapeo 3 tahun berturut-turut didaftarkan masuk ADWI, pada tahun 2022 masuk 500 besar, tahun 2023 masuk 300 besar dan pada tahun 2024 langsung masuk 50 besar dari 6.016 desa yang mendaftar." Tentunya hal tersebut patut diberikan apresiasi. ADWI merupakan ajang pemberian penghargaan kepada desa-desa wisata yang tentunya memiliki prestasi dan kriteria-kriteria penilaian dari Kemenparekraf/Baparekraf.  Tujuan dari event ini adalah untuk menjadikan Desa Wisata Indonesia sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia dan berdaya saing tinggi. ADWI dimulai pada tahun 2021 terdapat 1.831 desa wisata yang mendaftar, pada tahun 2022 jumlah desa wisata yang mendaftar meningkat menjadi 3.419. Dan terus meningkat menjadi 4.573 pada tahun 4.573.ADWI 2024 mengusung tema "Desa Wisata Menuju Pariwisata Hijau Berkelas Dunia" yaitu, Pariwisata hijau bukan hanya tentang lingkungan, tapi juga pariwisata yang berkelanjutan, yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga meminimalkan dampak genatif, menjaga dan melestarikan lingkungan dan budaya lokal.Program ADWI yang diluncurkan oleh Bapak Sandiaga Uno (Menparekraf RI) sebagai program untuk memberikan apresiasi para penggerak seluruh lini sektor pariwisata dalam membangun desa, transformasi sosial, budaya, dan ekonomi desa. Lalu apa syarat mendaftar Desa Wisata ?  Ada 3 syaratnya; pertama. Lokasi desa berada di wilayah RI. Kedua, Peserta wajib menjadi bagian dari keanggotaan di JADESTA. Dan yang ketiga, peserta pendaftar diwakili oleh pengelola desa dan didampingi langsung oleh Dinas Pariwisata Daerah. Peserta wajib melampirkan surat keterangan.Dewan juri ADWI 2024, Madeine Sophie mengatakan penilaian ADWI lima kriteria yaitu; potensi wisata, amenitas, digital, kelembagaan, sumber daya manusia serta resiliensi. Terpilihnya Desa Lapeo masuk 50 besar ADWI karena mampu memenuhi 5 kriteria penilaian tersebut yaitu:  PERTAMA : Potensi wisata atau daya tarik wisata, diantaranya Baqba Toa Beach yang menyajikan pemandangan pantai yang sangat indah.Obyek wisata ini memiliki event tahunan "Lapeo Beach Festival" dan beberapa festival lainnya, dapat menikmati sport tourism seperti volley pantai, lomba perahu tradisional, snorkeling, mancing, touring menggunakan perahu nelayan dll.Desa Lapeo selain memiliki obyek wisata Baqba Toa Beach, juga memiliki obyek wisata religi Mesjid Nuruttaubah Lapeo dan makam KH Muhammad Thahir Imam Lapeo, obyek wisata ini dikunjungi sekitar 300-500 peziarah setiap harinya, tentunya diharapkan dapat memberikan efek ekonomi kepada masyarakat sekitarnya dengan menjual souvernir khas mesjid Lapeo dan Imam Lapeo. KEDUA:  Amenitas, peningkatan standar kualitas amenitas pariwisata dengan standar CHSE. Standar pelayanan dan fasilitas pendukung di desa wisata Lapeo diantaranya toilet, parkiran, gazebo, homestay toko souvernir, toko retail modern, angkutan umum, toko kuliner, camping ground dll. KETIGA:  Akselerasi transformasi digital merupakan kategori ketiga dalam  penilian ADWI 2024, Baqba Toa Beach telah memberlakukan transaksi dengan menggunakan e- QRIS untuk transaksi non tunai, pemasaran paket wisata melalui market place. Selain hal tersebut, ada beberapa kreativitas yang dikembangkan diantaranya pemanfaatan media sosial dalam membuat konten promosi wisata, membuat event-event, sayyang pattuqduq, haul Imam Lapeo. KEEMPAT:  Kelembagaan dan SDM. Pemberdayaan SDM di desa wisata untuk meningkatkan lapangan kerja dampak ekonomi serta mendukung kesetaraan gender dalam pelibatan SDM di desa wisata. Desa Wisata Lapeo memiliki dua obyek wisata unggulan yaitu; Obyek Wisata Religi Mesjid Nuruttaubah Imam Lapeo yang ketuanya adalah Dewan Kemakmuran Mesjid (DKM) yang diketuai oleh cicit KH.Muh Thahir Imam Laepo. Kemudian obyek wisata bahari yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata   (POKDARWIS) Pintu Surgawi dan pengelola objek wisata sering diikutkan pelatihan pengembangan obyek wisata. KELIMA: Resiliensi, pengelolaan desa wisata yang berkelanjutan dengan memperhatikan isu lingkungan serta memiliki manajemen resiko. Desa Wisata Lapeo memiliki Bank Sampah yang dikelolah oleh BUMDES melalui Unit Pengelolaan Sampah. Sampah yang dikelolah berasal dari masyarakat Lapeo yang ditampung kemudian disortir dengan mempekerjakan masyarakat sekitar, sampah tersebut kemudian dikelolah menjadi handycraft, lalu dipasarkan. Selain hal tersebut Desa Wisata Lapeo memiliki Produk Ekonomi Kreatif yaitu: KRIYA diantaranya Kerajinan bambu, piring lidi kelapa, sangkar, baju kaos, barung-barung (tempat duduk dari bambu) dll. KULINER: loka sattai, lameayu to'ja, sokkol, pupu' , gogos kambu, bau piapi, ule-ule tarreang dan lain-lain. FESYEN: Sarung tenun Sutra Mandar/lupa' sa'be. Batik Mandar Expedition.Kelima kategori penilaian ADWI mampu dipresentasikan oleh Kepala Desa Lapeo Noor Irwandi Yusuf dan Ketua POKDARWIS Pintu Surgawi Wahyudi di hadapan Juri ADWI 2024 yaitu; Madeleine Sophie Ketua Bidang Humas Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO), Vindex Tengker  Chep ACP (Association Culinary Profesional) Indonesia dan disaksikan oleh Ibu Titik Lestari Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf RI. Pj Bupati Polewali Mandar Muhammad Ilham Borahima, dan Beberapa Pejabat dari Pemprov Sulbar, Asisten 2 Setda Pemprov Sulbar mewakili Gubernur  Kadi Pariwisata, Kadis PMD, Kadis Kominfo dan Kepala OPD dari Kabupaten Polewali Mandar diantaranya Kepala Balitbangren. Terdapat beberapa catatan dari Dewan Juri diantaranya dari Chep Vindex "Kuliner Mandar "Pupu", Bau Piapi memiliki cita rasa yang sangat khas dan enak rasanya, sebaiknya ini kita promosikan ke luar daerah sehingga dapat dinikmati bukan saja orang Mandar. Selain itu Desa Lapeo juga memiliki tempat pembuatan perahu tradisional Mandar, sebaiknya dibuatkan tempat khusus untuk pembuatan perahu tersebut, sehingga dapat menjadi wisata edukasi. Demikian pula saran dari Madeleine sebaiknya dibuatkan paket wisata yang mengintegrasikan beberapa obyek wisata di sekitar Lapeo dan saya akan membantu untuk mempromosikan. Pj Bupati Polman Muhammad Ilham Borahima mengucapkan "selamat kepada Desa Lapeo karena telah berhasil masuk 50 besar, dan ini merupakan prestasi yang luar biasa dan patut dicontohi desa-desa lainnya dan semoga akan memincu pertumbuhan ekonomi masyarakat" Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Polewali Mandar akan terus mendukung pengembangan Desa Wisata Lapeo melalui pentahelix dalam pariwisata yaitu mengkolaborasikan lima unsur, yaitu: Akademisi, Bisnis, Komunitas, Pemerintah dan Media. Keterlibatan pentahelix tersebut akan dapat menjadikan Desa Wisata Lapeo;  Pertama. Meningkatnya kualitas Desa Wisata  ke tingkat nasional dan dunia.Kedua. Terpromosikannya Desa Wisata  ke seluruh dunia.Ketiga. Menginspirasi Desa Wisata lainnya untuk berkembang.Keempat. Mendorong pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.Kelima. Memberikan dampak positif terhadap perekonomian desa.Keenam. Melestarikan lingkungan.Desa Wisata Lapeo diharapkan dapat menjadi Desa Inspiratif bagi 144 desa di Polman khususnya dan di Sulawesi Barat pada umumnya. Warta Kominfo SP Polewali Mandar 

News
Berita
05 Oct 2024
Oleh Ryan Hidayat

PELAKSANAAN RAPAT KERJA BERSAMA KPU DAN BAWASLU UNTUK MEMBICARAKAN KETERLIBATAN DPRD DALAM KAMPANYE PASLON BUPATI

Rapat Kerja bersama KPU dan Bawaslu Kabupaten Polewali dalam membicarakan keterlibatan Pimpinan dan Anggota DPRD dalam pelaksanaan Kampanye Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Polewali Mandar. (Jumat, 4 Oktober 2024)

News
Berita
04 Oct 2024
Oleh Super Admin

Polman Kembali Terima Penghargaan SAKIP Award 2024 Predikat “BB” Sangat Baik

Warta Kominfo SP Polman - Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar kembali meraih presasi di ajang nasional, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Melalui siaran virtual Menteri PANRB, Proses Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2024 pada pemerintah daerah telah rampung dilakukan. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas menyerahkan hasil evaluasi tersebut pada kegiatan SAKIP Award 2024.SAKIP Award 2024 yang digelar pada Rabu, 2 Oktober 2024. Acara yang bertajuk “Menguatkan Sinergi, Mewujudkan Akuntabilitas untuk Indonesia Maju” dapat disaksikan secara daring melalui kanal YouTube Kementerian PANRB. Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas berharap SAKIP Award 2024 ini dapat meningkatkan sinergi dan kolaborasi antar instansi pemerintah dalam pelaksanaan akuntabilitas kinerja yang progresif dan inovatif. SAKIP Award merupakan ajang pemberian apresiasi dan penghargaan kepada instansi dengan hasil evaluasi penilaian SAKIP terbaik di tahun 2024. Kegiatan ini juga menjadi wadah sharing knowledge dan pembelajaran interaktif antar instansi pemerintah melalui pelaksanaan peer teaching oleh pemerintah daerah best practice SAKIP.SAKIP Award 2024 dapat memberikan ruang kepada instansi pemerintah dalam bertukar informasi megenai pengalaman, strategi, informasi maupun solusi dan inovasi dalam pelaksanaan implementasi SAKIP yang lebih berdampak.Sebagai informasi, evaluasi pelaksanaan akuntabilitas kinerja merupakan tools untuk memetakan (assess) dan membina (assist) instansi pemerintah dalam memperbaiki tata kelola dan upayanya dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran. Evaluasi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dilakukan dengan berpedoman pada Peraturan Menteri PANRB No. 88/2021 tentang Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.Terdapat 7 kategori pemerintah berdasarkan efektivitas dan efisiensi penggunaan anggarannya, yaitu AA, A, BB, B, CC, C, dan D. Semakin tinggi nilai akuntabilitas kinerja, semakin tinggi pula efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran, sehingga berdampak pada ketercapaian target sasaran pembangunan nasional dan penyelesaian isu-isu strategis daerah.  Tim Warta Kominfo SP Polewali Mandar

News
Berita
04 Oct 2024
Oleh Ryan Hidayat

RAPAT PARIPURNA DPRD DALAM RANGKA PENGUMUNAN PIMPINAN DPRD POLMAN TAHUN 2024 - 2029

Rapat Paripurna DPRD dalam rangka Pengumuman dan Penetapan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Polewali Mandar Masa Jabatan Tahun 2024 - 2029. (Jumat, 4 Oktober 2024)

News
Berita
04 Oct 2024
Oleh Super Admin

Hari Kedua Visitasi Desa Wisata Lapeo: 50 Besar Anugerah Desa Wisata Kemenparekraf RI

Warta Kominfo SP Polman - Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispop) hadir dalam kegiatan visitasi dan penilaian lapangan oleh tim juri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) di Desa Wisata Lapeo, Kecamatan Campalagian. Acara ini merupakan bagian dari penilaian 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia, Jumat 4 Oktober 2024. Kegiatan yang berlangsung di Pantai Baqbatoa, Desa Lapeo, ini ditandai dengan penyerahan piagam dan penandatanganan prasasti bertandatangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno, sebagai simbol pengakuan terhadap Desa Lapeo sebagai destinasi wisata potensial. Festival Lapeo Bahari pun resmi dibuka dengan semangat untuk mengembangkan potensi wisata bahari dan kebudayaan lokal. Selama visitasi, tim Kemenparekraf RI turut menyaksikan berbagai atraksi budaya dan ekonomi kreatif, seperti kerajinan tenun sutera khas Mandar, serta pembuatan kuliner tradisional seperti jepa, putu, pupu ikan, dan abon ikan tuna. Tak hanya itu, permainan tradisional engrang atau “magasing” dalam bahasa Mandar juga dipertontonkan, menambah kesan unik wisata budaya. Pj Bupati Polewali Mandar, Drs. Muhammad Ilham Borahima, menyampaikan apresiasinya atas inovasi yang ditunjukkan oleh Desa Lapeo. Beliau berharap infrastruktur desa, seperti rumah sewa dan fasilitas umum lainnya, dapat terus dikembangkan guna menarik lebih banyak wisatawan.  "Insya Allah, kita berharap Desa Lapeo dapat menembus 10 besar Anugerah Desa Wisata Nasional dan berkembang sebagai destinasi wisata yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ilham. Desa Lapeo juga dikenal dengan destinasi wisata religiusnya, seperti Masjid Nurut Taubah yang dibangun oleh KH. Muhammad Tahir Imam Lapeo. Masjid ini menyimpan peninggalan bersejarah berupa beduk dan Al-Qur'an kuno, menjadikannya sebagai tujuan utama wisata religi di daerah ini. Dengan dorongan kuat dari pemerintah daerah dan inovasi desa, Lapeo diharapkan mampu menjadi destinasi wisata unggulan yang tidak hanya dikenal secara nasional, tetapi juga berdaya saing internasional.  Tim Warta Kominfo SP Polewali Mandar

News
Berita
04 Oct 2024
Oleh Admin Pkm Tinambung

Kegiatan Fogging Dusun 1 Desa Lekopadis